Prabowo Hormati Pemulung Ketimbang Orang Pintar yang Korupsi
Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan kuat tentang kejujuran, kerja keras, dan martabat rakyat kecil saat menghadiri peresmian sejumlah Sekolah Rakyat secara serentak di berbagai provinsi.
Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa pekerja keras yang mencari nafkah dengan cara halal, seperti pemulung, tukang becak, buruh, atau petani, memiliki kedudukan yang lebih terhormat dibandingkan orang pintar yang melakukan korupsi dan mencuri uang rakyat. Pernyataan ini disampaikan untuk menguatkan semangat anak-anak dari keluarga sederhana agar tidak merasa rendah diri atas latar belakang ekonomi orang tua mereka.

Baca Juga : Tokoh Agama Soroti Pelaporan Pandji Pragiwaksono
Presiden menegaskan bahwa kehormatan seseorang bukan diukur dari gelar atau pendidikan tinggi, tetapi dari cara ia hidup dan berkontribusi kepada masyarakat secara jujur. Ia meminta siswa untuk selalu menghormati orang tua mereka, apa pun profesinya, karena kerja keras mereka menjaga masa depan keluarga.
Prabowo juga mengkritik perilaku koruptor, yang menurutnya telah mengkhianati kepercayaan publik dan merugikan bangsa. Ia menekankan bahwa perilaku mengambil keuntungan dari uang rakyat adalah tindakan yang jauh lebih rendah derajatnya dibandingkan pekerja kecil yang bekerja keras meski hidup sederhana.
Pidato tersebut sekaligus menjadi pesan moral bagi generasi muda, bahwa integritas, etika kerja, dan keberanian menghadapi tantangan hidup jauh lebih penting daripada sekadar unggul secara akademis namun kehilangan nilai-nilai dasar kejujuran. Prabowo berharap pesan ini dapat menumbuhkan kembali rasa hormat terhadap pekerjaan yang halal dan loyalitas kepada bangsa.