Demo Iran Memuncak, Tuntutan Perubahan Rezim Mullah Terus Bergema
Gelombang demonstrasi besar di Iran terus berlangsung sejak akhir Desember 2025. Aksi ini awalnya dipicu oleh krisis ekonomi yang parah dan devaluasi mata uang rial. Namun protes dengan cepat berkembang menjadi tuntutan lebih luas, termasuk perubahan terhadap rezim bermullah yang sudah berkuasa puluhan tahun.
Unjuk rasa kini tersebar di ratusan kota di seluruh Iran. Ribuan warga turun ke jalan menuntut keadilan sosial, kebebasan politik, dan dihapuskannya kekuasaan rezim. Para demonstran juga memprotes kenaikan harga kebutuhan pokok serta pengangguran yang tinggi.
Baca Juga : Pelatih Thailand Kenal John Herdman Nilai Grup Timnas
Respons pemerintah sangat keras. Otoritas memberlakukan pemutusan internet nasional total untuk membatasi komunikasi dan menghambat koordinasi demonstran. Akses ke media sosial dan layanan global terputus, sementara jaringan domestik tetap dalam kontrol ketat pemerintah.
Kekerasan terhadap demonstran dilaporkan meningkat. Organisasi hak asasi dan kelompok protes internasional menyatakan bahwa aparat keamanan menggunakan kekuatan berat untuk membubarkan massa. Jumlah korban jiwa diperkirakan mencapai ribuan, meskipun angka pastinya sulit diverifikasi karena blokir informasi.
Bukan hanya di dalam negeri, dukungan terhadap perubahan rezim juga muncul dari komunitas Iran di luar negeri. Ribuan warga eksil berkumpul di kota-kota besar Eropa, Amerika, dan Australia untuk menyerukan akhir pemerintahan mullah dan mengadvokasi demokrasi. Mereka mengibarkan harapan tentang masa depan yang lebih bebas dan adil.
Tokoh oposisi seperti Reza Pahlavi, putra terakhir shah Iran, semakin sering disebut dalam unjuk rasa meskipun dukungannya di dalam negeri beragam. Ia mengklaim rezim akan runtuh dan menyerukan intervensi internasional serta dukungan bagi transisi politik. Pernyataannya menggema di kalangan demonstran yang merasa sudah lama tertekan.
Situasi di Iran saat ini menggambarkan krisis mendalam yang melampaui sekadar protes ekonomi. Tuntutan perubahan rezim menunjukkan keinginan serius banyak warga untuk mengganti sistem politik yang selama ini berkuasa. Namun karena tekanan keamanan yang besar, seperti pemutusan internet dan penahanan massal, masih belum jelas bagaimana arah nasib pemerintahan Iran selanjutnya.